Menjemput Ilmu ke Negeri Tirai Bambu: Ratusan Mahasiswa Indonesia Dilepas Yayasan BAIK, Mimpi Tak Lagi Berhenti di Batas Negeri

0

INVENTIF — Ada yang lebih panjang dari jarak Jakarta ke Beijing: perjalanan seorang anak muda ketika memutuskan meninggalkan tanah air demi mengejar ilmu yang diyakininya akan menjadi bekal mengabdi kepada bangsa.

Sebanyak ratusan mahasiswa Indonesia resmi dilepas Yayasan BAIK (Bina Anak Indonesia Kompeten) untuk melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di China pada tahun akademik 2026. Pelepasan ini bukan sekadar seremoni keberangkatan, melainkan penanda lahirnya generasi yang dipersiapkan menatap masa depan dengan peta, bukan sekadar kompas mimpi.

Yayasan BAIK memandang studi ke luar negeri bukan perlombaan mengejar nama besar kampus atau mengikuti tren pendidikan global. Bagi mereka, pendidikan dimulai dari mengenali diri sendiri: memahami potensi, karakter, kemampuan akademik, hingga tujuan hidup setiap siswa.

Ketua Yayasan BAIK, Daniel Octavianus Atmadja, menegaskan bahwa peran konsultan pendidikan bukan hanya mengantar siswa memperoleh surat penerimaan universitas, tetapi membantu menemukan kampus yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan cita-cita mereka.

“Keinginan siswa penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan pilihan itu sesuai dengan potensi, karakter, dan kesiapan mereka,” ujar Daniel.

Foto2 : BaikPendekatan itu sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menegaskan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berilmu, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Pendidikan bukan sekadar menghasilkan ijazah, melainkan membentuk manusia seutuhnya.

 

China dipilih bukan hanya karena kualitas universitasnya yang terus meningkat, tetapi juga karena menjadi salah satu pusat perkembangan teknologi, sains, dan inovasi dunia. Namun, negeri itu juga menghadirkan ujian lain: bahasa yang berbeda, budaya yang asing, hingga cara belajar yang menuntut kemandirian tinggi.

Karena itu, Yayasan BAIK membekali mahasiswa dengan pendampingan sebelum keberangkatan, agar mereka tidak hanya siap memasuki ruang kuliah, tetapi juga siap hidup di lingkungan sosial yang baru.
Daniel mengingatkan bahwa diterima di universitas hanyalah langkah pertama. Tantangan sesungguhnya adalah bertahan, berkembang, dan berhasil selama menempuh pendidikan di negeri orang.

Dalam Islam, perjalanan mencari ilmu memiliki kedudukan yang sangat mulia. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Al-Qur’an juga meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11:
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

Di tengah arus globalisasi, keberangkatan ratusan mahasiswa ini menjadi pengingat bahwa ilmu tidak mengenal batas negara. Negeri boleh berbeda, bahasa boleh asing, tetapi tujuan akhirnya tetap sama: pulang membawa pengetahuan untuk membangun Indonesia, bukan sekadar membawa gelar dari negeri seberang. (NM)

Leave A Reply

Your email address will not be published.