INVENTIF: Cuaca panas di Indonesia berisiko menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Bukan cuma soal kulit tapi juga ancaman malaria.
Dokter Spesialis Anak Amar Widhiani mengatakan cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia menjadi suhu favorit nyamuk malaria untuk berkembang biak.
“Jakarta sekarang panas, banyak nyamuk berkembang biak, pasti ada vektor nyamuk Anopheles (malaria) meskipun bukan daerah endemis,” kata Amar dikutip dari Antara.
Amar mengungkapkan baik nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah maupun Anopheles penyebab malaria menyukai daerah tropis dan tidak dingin. Hal ini terjadi lantaran nyamuk tersebut tidak bisa berkembang biak di daerah dingin.
Meskipun Jakarta dan sekitarnya bukan daerah endemis, tapi penyakit ini patut diwaspadai lantaran mungkin terjadi karena berbagai faktor.
“Di daerah seperti Jakarta dan Bekasi banyak terdapat semak-semak yang menyebabkan air (mengalir) tidak lancar. Itu menjadi tempat berkembang biak Anopheles dengan mudah” katanya.
Selain itu,Amar mengungkapkan malaria bisa menyebar karena adanya nyamuk Anopheles yang terbawa oleh alat transportasi yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Diungkapkannya pemudik yang kembali dengan membawa penyakit malaria dalam tubuhnya atau disebut carrier, bisa menularkan kepada pemudik lain melalui gigitan nyamuk Anopheles yang dibawa.
“Transfusi darah juga harus hati-hati, jika mendapatkan donor yang mengidap penyakit malaria juga akan menularkan penyakitnya kepada yang mendapatkan transfusinya,” kata Amar.