INVENTIF – Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bersama PT Sarinah (Persero) hari ini 16 Mei 2024 resmi membuka bazar pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan YDBA. Bazar yang akan berlangsung pada 16-19 Mei 2024 di Sarinah Rubanah Lantai Basement ini merupakan hasil kolaborasi yang ditujukan untuk membuka akses pasar para pelaku UMKM binaan YDBA.
Adapun 50 UMKM yang hadir dalam bazar kali ini menyajikan UMKM disektor fashion, kuliner dan kerajinan. Masing-masing UMKM memiliki cara dan strategi sendiri dalam memasarkan produknya mulai dari harga diskon, paket promo bundling belanja, mau pun pembelian ber gratis produk.
Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Rahmat Samulo, mengatakan bahwa pihaknya akan berkomitmen untuk terus mengembangkan UMKM. Salah satu fokus utama YDBA ialah mendorong agar UMKM bisa naik kelas dan dapat menjadi mandiri.
“Komitmen ini sudah dilaksanakan Astra sejak empat dekade lalu. YDBA telah membina 13 ribu UMKM sejak 44 tahun lalu hingga saat ini. Pada tahun ini saja, UMKM binaan YDBA sudah mencapai 1.200 UMKM. Dari data, kelihatan sekali Astra sangat serius untuk membina UMKM. Jadi bukan sekadar ingin mendapatkan nama, tapi ini benar-benar dibina secara serius sehingga UMKM binaan kami bisa mandiri,” ujarnya ditengah peresmian bazar UMKM.

Berkaitan dengan kolaborasi bersama PT Sarinah (Persero) dikatakan Rahmat Samulo, pihaknya sangat mengapresiasi kesempatan berkolaborasi yang diberikan oleh PT Sarinah, dimana keduanya memiliki visi dan misi yang sama untuk membuat UMKM Naik Kelas bahkan go Internasional.
“Siapa yang tidak kenal PT Sarinah, perusahaan yang memiliki branding sangat kuat dalam menggaungkan kearifan nasional. Sehinga kami berkeyakinan berkolaborasi dengan sarinah pastinya akan memberikan dampak yang lebih baik lagi bagi para umkm binaan YDBA. Bazar kolaborasi sarinah dan astra berguna untuk memperluas pasar secara umum,” ungkap Rahmat Samulo di hadapan rekan media.
Bicara ekspor, Rahmat Samulo mengatakan pihaknya masih terus memikirkan kemudahan bagi para pelaku UMKM binaannya untuk mendapatkan izin dan sertifikasi, mulai dari langkah apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut agar UMKM bisa seluruhnya naik kelas.
Ia pun memaparkan hingga saat ini model pembinaan YDBA dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga dukungan permodalan melalui Astra Ventura. YDBA juga melakukan pendekatan intensif dengan menempatkan 15 kantor cabang di Indonesia yang memudahkan para pelaku UMKM berkonsultasi dengan tim YDBA.
Sebagai informasi, kolaborasi YDBA dan Sarinah telah dimulai sejak Februari 2024 melalui program Sarinah Pandu, di mana 200 UMKM binaan YDBA yang berasal dari Jabodetabek, Solo, Klaten, Yogyakarta, Kalimantan hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti pelatihan secara hibrida.
Dari pelatihan tersebut, dikurasi menjadi 50 UMKM yang akhirnya terpilih untuk mengikuti bazar di Gedung Sarinah, Jakarta yang berlangsung pada 16-19 Mei 2024. Kemudian, para UMKM tersebut nantinya akan dikurasi kembali menjadi 5 peserta terpilih yang akan hadir di gerai premium Sarinah selama Juni-Agustus 2024.
Senada dengan YDBA, Direktur Utama PT Sarinah, Fetty Kwartati turut mengapresiasi program sarinah pandu yang berkelanjutan sampai ke penyelenggaraan bazar. Ia menerangkan, YDBA dan sarinah perlu untuk berkolaborasi, karena sebelumnya Sarinah telah banyak dengan BUMN.
“Berkolaborasi dengan pihak swasta merupakan suatu kemajuan, disini kami juga menemukan bahwa UMKM umum sudah bisa bersaing dengan produk-produk lokal yang ternama. Sejalan dengan YDBA saat ini kami tengah mengembangkan UMKM untuk maju ke pasar internasional. Oleh karenanya diharapkan kolaborasi menjadikan UMKM naik kelas dan go internasional,” katanya.
Berkenaan dengan kelanjutan 5 peserta terpilih untuk di tempatkan di gerai premium Sarinah, Fetty Kwartati mengungkapkan pihaknya melalui rangkaian ini memberikan akses pasar kepada UMKM yang sudah terkurasi. “Mereka akan diberikan target-target tertentu terkait penjualan, display dan lain-lain, nanti setelah tiga bulan mereka akan direview lagi apa harus bergantian dengan UMKM yang lain,” tutupnya.