Penerbit Padasan Tempuh Gerakan “Jual Buku untuk Cetak Buku”

0

INVENTIF – Setelah menunggu lebih dari satu dekade sejak 2012, Penerbit Padasan memastikan akan menerbitkan buku The Kapitan Cina of Batavia 1837-1942: A History of Chinese Establishment in Colonial Society karya sejarawan Mona Lohanda pada Oktober mendatang.

Buku tersebut dinilai sebagai salah satu karya paling lengkap yang mengulas perjalanan komunitas Tionghoa di Batavia sejak masa kolonial hingga kedatangan Jepang di Nusantara, dengan fokus utama pada dinamika politik dan struktur kekuasaan masyarakat Tionghoa di Batavia. Mona Lohanda dikenal sebagai arsiparis senior Arsip Nasional Republik Indonesia dan pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Penerbit menyebut proses menghadirkan buku ini sebagai perjalanan paling berat dalam sejarah mereka. Berbagai upaya mencari dukungan pendanaan dari individu maupun lembaga disebut belum membuahkan hasil, sehingga Padasan memilih menempuh jalur alternatif melalui gerakan “Jual Buku untuk Cetak Buku”.

Melalui skema tersebut, dana penerbitan dihimpun dari penjualan paket tiga buku seri Sastra Indische, yakni Max Havelaar, Oeroeg, dan Fientje de Feniks, serta dukungan sejumlah sahabat dan pembaca.

CGR, penggagas gerakan tersebut, mengatakan bahwa pihaknya sengaja menghindari pinjaman maupun penggalangan derma.“Karena sangat sulit mencari sponsor, kami memilih gerakan Jual Buku untuk Cetak Buku. Tidak perlu meminjam dana dan tidak perlu meminta derma. Kami ingin mewujudkan penerbitan buku ini secara gotong royong,” ujarnya.

Sastrawan dan mantan wartawan Idrus F. Shahab menyatakan dukungannya karena menilai buku-buku sejarah memiliki nilai strategis bagi masa depan bangsa. “Saya menganggap buku-buku sejarah ini bukan hanya tentang dunia kita di masa lalu, tetapi juga tentang masa depan. Investasi buku adalah investasi untuk membangun peradaban yang dilandasi kemanusiaan dan keadilan,” katanya.

Penerbit Padasan berharap gerakan tersebut dapat menjadi contoh bahwa penerbitan buku berkualitas tidak selalu harus bergantung pada sponsor besar. Di tengah semakin terbatasnya dukungan pendanaan bagi dunia literasi, kolaborasi antara penerbit dan pembaca dinilai dapat menjadi jalan alternatif untuk menjaga lahirnya karya-karya penting di bidang sejarah, sastra, dan budaya Indonesia.

Karya The Kapitan Cina of Batavia 1837-1942 sebelumnya pernah terbit dengan dukungan lembaga internasional, di antaranya, Ford Foundation dan KITLV. Sementara buku Mona Lohanda lainnya, Growing Pains: The Chinese and The Dutch in Colonial Java 1890-1942, diterbitkan dengan dukungan Toyota Foundation. Dengan penerbitan ulang ini, Padasan berharap karya Mona Lohanda tetap dapat diakses generasi baru pembaca dan peneliti, sekaligus memperkaya khazanah sejarah Indonesia mengenai masyarakat Tionghoa di Batavia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.