‘Sihir Pelakor’, Teror Cinta dan Sihir

0

INVENTIF — Ada luka yang terlalu dalam untuk sembuh hanya dengan waktu. Ada tangis yang terus mengendap dalam dada, bahkan ketika suara sudah tak sanggup lagi meratap.

Dan di antara itu semua, lahirlah sebuah kisah yang menjelma menjadi film ‘Sihir Pelakor’, sebuah karya sinema yang menembus batas antara kenyataan dan kengerian, antara cinta dan kehancuran.

Adalah rumah produksi Starvision, yang kembali menyulut api emosi dan ketegangan lewat karya terbarunya. Disutradarai oleh Bobby Prasetyo dan diproduseri Chand Parwez Servia, film ini berangkat dari kenyataan getir yang dulu pernah diungkap Novita Indriani dalam podcast viral Sihir Pelakor: Sabdo Pandito, yang hingga kini telah disimak jutaan pasang mata dan telinga.

Namun, bukan sekadar kisah tentang cinta yang patah. Sihir Pelakor menyuguhkan sesuatu yang lebih mengiris: pengkhianatan yang dibumbui mantra, rayuan yang dibalut kutukan. Inilah kisah ketika rumah tangga bukan lagi tempat berlindung, melainkan arena pertarungan antara setia dan sirik, antara kasih dan klenik.

Ceritanya, Jumiati, (Marcella Zalianty), perempuan yang kuat sekaligus rapuh, adalah istri yang telah mengabdikan dirinya untuk keluarga. Bersama suaminya, Edi (Fathir Muchtar), dan dua anak mereka, ia hidup dalam damai yang sederhana—hingga hadirnya sosok asing bernama Rini (Asmara Abigail).

Bukan sekadar orang ketiga. Rini adalah pelakor yang membawa lebih dari senyuman manis dan bisikan lembut. Ia datang dengan ilmu gelap yang diwariskan dari dunia tak kasat mata: ilmu Sabdo Pandito, sihir kuno yang menyelinap ke dalam pikiran dan mengikat jiwa.

Jumiati bukan hanya kehilangan cinta, ia kehilangan seluruh keseimbangannya. Rumah yang dulu berisi tawa, kini hanya menyisakan gema tangisan. Namun di tengah reruntuhan batin, berdirilah sang putri, Vita (Neona Ayu), yang menjadi pelita kecil dalam lorong-lorong gelap penderitaan.

Vita, dalam usia belianya, mencoba menarik kembali ayah yang telah terjerat mantra. Tapi perjuangannya bukan hanya melawan ayahnya yang berubah, melainkan melawan bayang-bayang yang meneror malamnya, menyesakkan napasnya, dan membekukan darahnya.

Marcella Zalianty menampilkan performa yang menyayat hati. Ia bukan sekadar aktris dalam peran, tapi ibu yang meratap bersama banyak perempuan di dunia nyata. Sementara Asmara Abigail—dengan tatapan dingin dan senyum menggoda, menghadirkan sosok Rini yang mencuri simpati dan benci sekaligus.

Dan Neona, dalam debut horornya, menjadi jembatan antara kepolosan dan keberanian. Ia adalah suara anak-anak yang sering tak didengar dalam kisah perselingkuhan orang dewasa.

“Ini bukan sekadar film horor, ini adalah doa dari hati yang pernah dilukai,” ungkap produser Chand Parwez Servia.

Sementara Novita Indriani, perempuan di balik kisah asli, menyatakan bahwa menonton film ini seperti membuka lembar kenangan pahit yang selama dua dekade ia kubur.

“Rasanya seperti kembali menjadi anak kecil yang tak mengerti kenapa Papa tak pulang-pulang,” bisiknya dalam suara bergetar.

Sihir Pelakor bukan hanya menawarkan ketegangan dan teriakan. Ia menawarkan refleksi tentang cinta yang salah tempat, tentang rumah tangga yang roboh bukan karena badai, tapi karena bisikan setan bertopeng manusia.

Tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 31 Juli 2025, film ini akan mengguncang nurani Anda. Bukan sekadar horor, ini adalah jeritan yang telah lama dipendam oleh banyak hati—dan kini akhirnya bersuara.

Terkadang, horor paling mengerikan bukan datang dari hutan sunyi atau boneka tua, melainkan dari cinta yang dirapal dengan mantra.(NMC)

Leave A Reply

Your email address will not be published.