Raja Sapta Oktohari dan Oleg Sanchabakhtiar Menyatukan Nada, Visual, dan Semangat Olympism untuk Generasi Muda
INVENTIF – Ada bahasa yang tak membutuhkan podium, peluit, atau garis finis untuk menyampaikan semangat kemenangan.
Bahasa itu adalah musik. Ia mengalun, menembus batas usia, lalu bertemu dengan visual yang mampu bercerita tanpa banyak kata. Dari pertemuan itulah semangat Olympism kembali dilahirkan, bukan di arena pertandingan, melainkan di ruang kreativitas anak-anak muda Indonesia.
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (National Olympic Committee of Indonesia/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, kembali melanjutkan ikhtiar menghadirkan nilai-nilai Olimpiade melalui jalur yang akrab dengan generasi digital: musik dan video kreatif.
Bersama Oleg Sanchabakhtiar, inisiator sekaligus Founder #IMVA_Official (Indonesian Music Video Awards) dari Planet Design Indonesia, kolaborasi itu kini memasuki babak baru melalui NOC Indonesia Music Video Competition Periode 02.
Kesuksesan Periode 01 menjadi pijakan yang kokoh. Sebanyak 138 karya video berhasil menghimpun lebih dari 1.154.869 tayangan. Angka itu bukan sekadar statistik media sosial, melainkan jejak antusiasme ribuan anak muda yang memilih menyuarakan sportivitas lewat irama, lirik, dan gambar.
“Musik dan visual adalah bahasa universal yang mudah diterima generasi muda. Kami ingin semangat keunggulan, rasa hormat, dan persahabatan tidak hanya hidup di arena olahraga, tetapi juga hadir dalam karya-karya kreatif mereka,” ujar Raja Sapta Oktohari.

Rasa syukur pun disampaikan kepada seluruh peserta, penonton, pengikut media sosial, hingga para pendukung yang ikut menghidupkan Periode 01. Sebab setiap tayangan, komentar, dan karya menjadi bagian dari perjalanan memperkenalkan nilai Excellence, Respect, dan Friendship kepada generasi muda Indonesia.
Kini perjalanan itu berlanjut.
Kompetisi ini mengajak peserta menafsirkan tiga nilai utama Olympism melalui pendekatan musik dan visual yang segar, relevan, dan sesuai dengan perkembangan kreativitas generasi muda.
Bagi Oleg Sanchabakhtiar, kompetisi ini lebih dari sekadar perlombaan membuat video musik. Ia adalah gerakan budaya yang menanamkan karakter melalui karya kreatif.
“Kolaborasi ini bukan sekadar kompetisi kreatif, tetapi juga gerakan edukatif yang mendekatkan nilai-nilai Olympism kepada generasi muda. Terima kasih telah menjadi bagian dari Periode 01. Kini, mari kita lanjutkan semangat itu menuju Periode 02,” kata Oleg.
Melalui kesinambungan program ini, NOC Indonesia berharap musik, seni visual, olahraga, dan teknologi dapat bertemu dalam satu ruang yang sama: ruang yang melahirkan kreativitas sekaligus karakter. Sebab kemenangan sejati bukan hanya tentang berdiri di podium tertinggi, tetapi juga tentang tumbuhnya sportivitas, rasa hormat, dan persahabatan dalam setiap karya yang diciptakan.(NM)