INVENTIF – Badan Riset dan Invasi Nasional (BRIN) melalukan konservasi sejumlah spesies tumbuhan terancam punah dengan anggaran sekitar Rp25 miliar. Hal itu terungkap dalam kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI.
“Untuk Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan [di BRIN] memiliki 4 target utama yaitu terkait tumbuhan terancam kepunahan yang bisa dikonservasi, pemanfaatan biodiversitas nusantara, kemudian teknologi bersih dan pengendalian pencemaran,” ujar Laksana Tri Handoko, Kepala BRIN, dalam rapat tersebut.
Anggaran sebesar Rp25.227.500.000 (Rp25,23 miliar) pun, kata dia, diberikan untuk Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN. Harapannya, mampu mencapai target dari konservasi.
Sebagai bentuk keluaran (output) dari hasil riset pada 2023, BRIN menyebut ada sekitar 72 jenis tumbuhan yang terancam kepunahan namun masih bisa dikonservasi.
Laksana Tri Handoko memaparkan hingga saat ini baru sekitar 30 persen tumbuhan terancam punah di Indonesia yang telah dikonservasi secara ex situ. atau konservasi di luar habitat asli. BRIN membuka kemungkinan akan semakin banyak tumbuhan endemik Indonesia yang terancam.
“Oleh karena itu, riset dan inovasi untuk mendukung konservasi ex situ tumbuhan sangat penting untuk dilakukan,” ujarnya.