Idap Gangguan Lambung, Jangan Takut untuk Berpuasa

0

INVENTIF – Penyakit gangguan asam lambung atau GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Hal ini terjadi akibat otot kerongkongan bagian bawah melemah sehingga kerongkongan tidak menutup secara otomatis dan menyebabkan asam lambung naik ke atas.

Munculnya gejala gangguan lambung dapat menyebabkan pengidapnya merasa tidak nyaman. Mulai dari heartburn, mual, hingga sesak napas menjadi tanda yang perlu diperhatikan terkait dengan gangguan lambung. Nah, saat bulan puasa tidak jarang pengidap asam lambung khawatir penyakit ini akan kambuh ketika menjalani ibadah ini.

Gangguan lambung atau GERD dapat terjadi ketika asam lambung kembali masuk ke dalam kerongkongan. Refluks yang terjadi dapat menyebabkan berbagai gejala pada pengidapnya, bahkan pengidap GERD dapat mengalami iritasi pada bagian kerongkongan.

Gejala utama dari GERD adalah heartburn atau sensasi panas pada dada. Biasanya, gejala ini sering terjadi setelah makan atau pada malam hari. Selain itu, GERD juga dapat menyebabkan nyeri dada, kesulitan menelan makanan, hingga batuk kronis.

Pengidap GERD umumnya juga merasa khawatir penyakit akan kambuh ketika menjalani ibadah puasa. Padahal, ibadah puasa tetap bisa dijalankan oleh pengidap GERD dengan lancar.

Jika lambung sudah merasa tidak nyaman satu hari atau sebelum puasa, kamu bisa mengonsumsi obat yang disarankan oleh dokter atau obat lambung saat sahur dan berbuka.

Dengan begitu, pengidap GERD dapat menjalankan puasa dengan lebih baik tanpa khawatir penyakit GERD kambuh di tengah ibadah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.