Blissful Mawlid 1448 H, Ketika Maulid Tak Lagi Sekadar Seremoni, Tapi Menjadi Gerakan Menebar Cahaya Rasul

0

INVENTIF — Maulid bukan sekadar gema rebana dan lantunan selawat yang selesai ketika panggung dibongkar; ia ingin dihidupkan sebagai gerakan yang menetes ke dalam kehidupan, dari masjid hingga rumah tangga, dari kampus hingga ruang pelayanan umat.

Kementerian Agama meluncurkan rangkaian Blissful Mawlid 1448 Hijriah, sebuah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirancang melampaui seremoni tahunan. Selama akhir Agustus hingga Oktober 2026, sedikitnya 10 agenda besar disiapkan untuk menyapa masyarakat melalui selawat, zakat, kepenghuluan, pernikahan, penguatan keluarga, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), hingga literasi ilmu falak.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa Blissful Mawlid diharapkan menjadi gerakan nasional yang menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, bukan sekadar perayaan simbolik.

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuknya.” (QS. Al-Ahzab: 56).

Tak berhenti pada penguatan spiritual, Blissful Mawlid juga membuka jalan bagi kemaslahatan sosial melalui BeZakat 2026. Program hasil kolaborasi Kemenag, BAZNAS RI, dan LAZ se-Indonesia ini membuka beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga mustahik di 21 perguruan tinggi, mencakup bantuan UKT, biaya hidup, laptop, hingga pembinaan.

Di sektor pelayanan keluarga, Kemenag mengawali rangkaian dengan Expert Meeting Penghulu di Nganjuk untuk membahas harmonisasi kebijakan layanan perkawinan. Setelah itu digelar Nikah Massal Blissful Mawlid pada 5–6 September 2026 bersama Yayasan Mutia Hatta, sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap pernikahan yang sah, tercatat, dan bermartabat.

Penguatan keluarga dilanjutkan melalui Tasyakur Maulidur Rasul dan NASUHA 2026 (National Symposium of Ulama and Penghulu) di Buntet Pesantren, Cirebon. Forum ini menjadi ruang pertemuan ulama dan penghulu untuk merawat ketahanan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah di tengah tantangan zaman.

Rangkaian Blissful Mawlid juga menyentuh ruang literasi Al-Qur’an melalui MTQ Nasional ke-31 di Semarang pada 11–20 September 2026, mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Setelah itu, agenda berlanjut ke MABIMS Islamic Astronomy Workshop di Observatorium Bosscha dan SIGAP MAS pada Car Free Day 25 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi zakat berbasis masjid.
Bagi Abu Rokhmad, keberagaman agenda ini menunjukkan bahwa keteladanan Rasulullah SAW dapat diterjemahkan dalam banyak bentuk: selawat menguatkan ruhani, zakat membuka pintu pendidikan, layanan kepenghuluan menjaga martabat keluarga, MTQ menyalakan cahaya Al-Qur’an, sementara ilmu falak dan edukasi zakat memperluas cakrawala keislaman.

Blissful Mawlid 1448 H pun menjadi ikhtiar Kementerian Agama menghadirkan Maulid sebagai jalan merawat persaudaraan, memperkuat pelayanan umat, dan menghadirkan manfaat yang nyata bagi kehidupan masyarakat Indonesia. (NM)

Leave A Reply

Your email address will not be published.